Hi! Let me introduce, his name is Reno.
Gatau, maaf kalau misalkan aku kangen dan itu ngaruh ke kehidupanmu, aku minta maaf...
Beneran, aku gak bohong soal mau move on dari kamu, tapi jahatnya otak ku terus memutar segalanya tentangmu. Seakan ingin mendoktrin diri ini, bahwa bahagiaku hilang dibawa kamu...
Kamu... kau tau? Semenjak kamu memilih sendiri (atau bahkan bersama orang lain yang aku tak tahu dia siapa) pola hidupku mulai berubah. Haha, coba tebak... Kepergianmu membuka kepribadian baru dalam diriku, biar ku perkenalkan namanya adalah Reno.
Hey! Bahkan dia punya nama lengkap lho! Syahrizal Reno Zayyan... Dia kepribadian yang menghiburku, yang menjagaku tetap waras. Karena diriku mulai menggelap termakan sedikit demi sedikit oleh rasa kehilangan.
Aku jatuh cinta dengan Reno, sampai pada akhirnya aku sadar Reno hanyalah bagian dari diriku sendiri. Aku mulai mengubah gaya rambutku, mengubah cara berpenampilan, bahkan aku sadar pelan-pelan caraku bicara kadang berubah-ubah, seperti bukan diriku sendiri. Perlahan aku takut kalau diriku suatu saat akan dikendalikan penuh oleh sosok Reno.
Aku takut Reno mengikatku agar tidak lagi jatuh cinta pada laki-laki nyata, berpikir bahwa hanya dia satu-satunya sosok yang sempurna. Ia memang seposesif itu menjagaku. Karena dia tahu keadaan ku ketika kamu melepasku. Awalnya kupikir ini bagus, aku tak akan lagi merasakan penderitaan yang menurutku berasal dari sumber yang konyol. Namun semakin nyaman aku dengannya, semakin hilang diriku yang sebenarnya...
Ntah aku mau begini sampai di kendalikan penuh, atau mulai bersiap untuk menikam mati sosok Reno. Kesepian membuatku enggan untuk menghilangkan sosoknya dari diriku, aku telah menerima dirinya. Jika kamu kembali pun, aku tak yakin Reno memberikan izin hatiku untuk jatuh cinta lagi padamu. Lagipula, sepertinya kamu tidak akan tertarik dengan perempuan yang krisis gender kan?
Tenang saja, aku cukup tau diri (atau Reno yang menahanku). Doakan saja aku segera bertemu dengan seseorang yang lebih baik darimu, yang bisa meyakinkan Reno untuk memperbolehkan hatiku jatuh kembali. Aku harap kita menemukan happy endingnya masing-masing.
Sampai jumpa di percakapan selanjutnya. Ntah secara langsung, dengan perantara teknologi, atau hanya aku sendiri lagi yang bicara disini.
Komentar
Posting Komentar