Grubi kremes
Di pelataran rumah, tersaji kapas oranye dengan semburat malu malu di mataku.
Tangan dan tenggorokan ku rasanya hangat, ku teguk lagi cairan wangi itu.
Di sisi lain, aku ditemani sesuatu yang spesial...
Si cokelat manis, sedikit keras kepala seperti yang ku tahu.
Aku biarkan itu berdansa di mulutku, sama seperti waktu itu.
Agak lengket, kali itu hanya aku.
Sepertinya sudah cukup, aku menyukainya, tapi gigiku mulai sakit...
Mungkin besok aku kembali memakannya lagi?
Komentar
Posting Komentar