Langsung ke konten utama

Unggulan

Grubi kremes

Di pelataran rumah, tersaji kapas oranye dengan semburat malu malu di mataku. Tangan dan tenggorokan ku rasanya hangat, ku teguk lagi cairan wangi itu. Di sisi lain, aku ditemani sesuatu yang spesial... Si cokelat manis, sedikit keras kepala seperti yang ku tahu. Aku biarkan itu berdansa di mulutku, sama seperti waktu itu. Agak lengket, kali itu hanya aku. Sepertinya sudah cukup, aku menyukainya, tapi gigiku mulai sakit... Mungkin besok aku kembali memakannya lagi?

Dari nona (yang katanya) iblis

Seakan kamu manusia paling murni, paling bersih dan paling malaikat; yang malangnya bertemu manusia iblis pencuri jiwa.
Malang... Malang sekali nasibmu oh, tuan malaikat...
Harusnya kita putar terbalik jarum jam nya?
Ah... Tidak bisa ya?
Tuan sudah terbang melesat jauh, melempar bulatan berisi waktu itu ke bintang jatuh, terbakar bersamanya.
Sedangkan dia, di inti bumi; masih mengais tanah hanya untuk sekedar merasakan oksigen...

Komentar

Postingan Populer