Langsung ke konten utama

Unggulan

Grubi kremes

Di pelataran rumah, tersaji kapas oranye dengan semburat malu malu di mataku. Tangan dan tenggorokan ku rasanya hangat, ku teguk lagi cairan wangi itu. Di sisi lain, aku ditemani sesuatu yang spesial... Si cokelat manis, sedikit keras kepala seperti yang ku tahu. Aku biarkan itu berdansa di mulutku, sama seperti waktu itu. Agak lengket, kali itu hanya aku. Sepertinya sudah cukup, aku menyukainya, tapi gigiku mulai sakit... Mungkin besok aku kembali memakannya lagi?

Let me be your Juliet

 


"Kenapa orang-orang suka cerita Romeo & Juliet? Akhir dari cerita itu kan tragis" Aku menggerutu, sambil menendangi kerikil di sepanjang jalan yang kami lewati.


"Ya, memang sih. Tapi bukan karna itu ceritanya populer" Dia tiba-tiba berhenti, menarik napas panjang lalu menghembuskannya. Kemudian tatapannya jadi sendu menatap ke arah langit.


"Mereka memperjuangkan cinta sampai mati, karena itu cerita mereka abadi." 


Saat itu, aku tahu betul. Dia masih mencintai kekasihnya yang dulu. Aku juga paham betul, mata itu tak pernah menatapku setulus saat dia memikirkan hatinya yang pergi.



.....................


Dear my beloved

Aku selalu ingin jadi Juliet mu, tidak peduli walaupun kamu menginginkan Juliet yang lain. 

Sincerely love you. 

-Yours

Komentar

Postingan Populer