Langsung ke konten utama

Unggulan

Grubi kremes

Di pelataran rumah, tersaji kapas oranye dengan semburat malu malu di mataku. Tangan dan tenggorokan ku rasanya hangat, ku teguk lagi cairan wangi itu. Di sisi lain, aku ditemani sesuatu yang spesial... Si cokelat manis, sedikit keras kepala seperti yang ku tahu. Aku biarkan itu berdansa di mulutku, sama seperti waktu itu. Agak lengket, kali itu hanya aku. Sepertinya sudah cukup, aku menyukainya, tapi gigiku mulai sakit... Mungkin besok aku kembali memakannya lagi?

It's a bittersweet lies, sorry...


 


Singkat saja (mungkin akan sedikit lebih panjang).

Aku....

Hmm...

Bagaimana, ya? Cara paling nyaman untuk aku ungkapkan.

Begini. Kukira (dengan sangat PD-nya) aku bisa melupakan mu, tapi ternyata bohong besar...

Buktinya? Ya, apa yang kutulis sekarang ini.

Aku sedang di kantor, baru saja sampai.

Tiba-tiba pagi ini ada satu hal terkait dengan mu yang membuat aku salah tingkah luar biasa (ini serius, kamu mungkin akan menggoda ku habis-habisan kalau melihat sisiku yang seperti ini. Seandainya kita masih bersama).

Aku gak mau geer tentu saja, tapi hati ku sudah terlanjur terlampau senang karena hal itu.

"Gimana nih? Aku harusnya gak boleh begini" Kata pikiran ku.

Sedangkan hati ku, tidak peduli dengan apapun di sekitar. Ia melonjak kegirangan dan berdendang sendiri dengan riang.


......


Sial...

Aku baru ingat

Kamu kan sudah milik yang lain, haha...



Maaf ya, aku rasa cukup sampai sini saja aku bercerita.

Oh iya, terimakasih. Karena secara tidak langsung kamu membuat aku semangat bekerja

Kamu juga, Semangat kuliah, ya!

Komentar