Aku benci
Harusnya perasaan ini berakhir,
Namun malah makin kuat tiap harinya.
Apa hanya aku?
Aku masih setia memajang foto kita di lockscreen handphone ku,
Memandangnya setiap kali dada ku terasa sesak.
Dan itu semua membuatku terasa tenang sekaligus menyesal.
Apa ini pertanda semesta?
Aku selalu bertemu denganmu di dalam mimpiku.
Dengan berbagai tanda dan isyarat yang kau bawa,
Dan terkadang esoknya isyarat itu memang benar terjadi.
Aku sempat terkejut.
Pernah satu ketika,
Di dalam bunga tidurku.
Aku mengatakan dengan sadar
"Jika ini memang mimpi, aku gak mau terbangun."
Apa alam bawah sadarku begitu merindukan mu?
Atau semua ini ulah alam semesta?
Apakah aku hanya sendirian?
Atau kamu diam diam memang berharap hal yang sama?
Aku kesal
Suara bergetar mu itu sangat menyebalkan,
Bagaimana bisa kau bilang ingin sendiri sambil hampir terisak begitu?
Kata-kata mu di ujung telfon waktu itu sangat menyebalkan,
Bagaimana bisa kau bilang padaku untuk tidak menangis sedangkan kamu tau berat bagiku untuk melepaskamu?
Pesan chat darimu waktu itu sangat menyebalkan,
Bagaimana bisa kamu berpikiran untuk melepaskan ku sambil meminta maaf di saat semua orang sedang berbahagia?
Kau tau?
Kita sama sama saling memendam
Sama sama merasa tak pantas satu sama lain
Dan lagi, sama sama ingin yang terbaik untuk kita walaupun itu menyakitkan
Tak apa.
Biarkan aku tetap menikmatimu dalam sedihku
Tetap memandangmu dalam sendiri ku
Tetap menyimpan mu untuk hatiku
Tetap menemuimu dalam mimpi yang selalu aku rindukan
Dan tetap bersandiwara,
Seakan aku sama sekali tak terluka
Komentar
Posting Komentar