Langsung ke konten utama

Unggulan

Grubi kremes

Di pelataran rumah, tersaji kapas oranye dengan semburat malu malu di mataku. Tangan dan tenggorokan ku rasanya hangat, ku teguk lagi cairan wangi itu. Di sisi lain, aku ditemani sesuatu yang spesial... Si cokelat manis, sedikit keras kepala seperti yang ku tahu. Aku biarkan itu berdansa di mulutku, sama seperti waktu itu. Agak lengket, kali itu hanya aku. Sepertinya sudah cukup, aku menyukainya, tapi gigiku mulai sakit... Mungkin besok aku kembali memakannya lagi?

Pesan singkat -02



Tenang, namun juga gelisah
Tenang, namun ada sakit yang mengendap

Ketenangan yang memendam segalanya sendirian

Tak ada yang tahu,
Tak ada yang peduli.

Tersimpan sampai birunya mengkeruh

Dingin, sunyi, gelap, sakit
Tetap di telan.

Tetap dipeluk walau darah mulai menetes

Tak ada tangis yang keluar.
Percuma.
Mati rasa.
Senyum pun hanya sekedar basa basi

Kapan terakhir kali bebas?
Aku pun tak mampu menjawab.


Lelah, namun sulit berhenti.
Sesak, namun harus tetap bernafas.
Patah, namun terlalu rumit untuk mengerti.

Komentar

Postingan Populer