Langsung ke konten utama

Unggulan

Grubi kremes

Di pelataran rumah, tersaji kapas oranye dengan semburat malu malu di mataku. Tangan dan tenggorokan ku rasanya hangat, ku teguk lagi cairan wangi itu. Di sisi lain, aku ditemani sesuatu yang spesial... Si cokelat manis, sedikit keras kepala seperti yang ku tahu. Aku biarkan itu berdansa di mulutku, sama seperti waktu itu. Agak lengket, kali itu hanya aku. Sepertinya sudah cukup, aku menyukainya, tapi gigiku mulai sakit... Mungkin besok aku kembali memakannya lagi?

#07

Aku gak pernah bisa membencinya
Sekalipun dia pergi begitu mendadak

Aku sadar
Aku... sangat menyukai senyumnya itu
Disaat aku lihat story media sosialnya
Senyumnya yang lebar itu
Aku ingin menjaganya
Walaupun harus dengan merelakannya
Sudah lama aku tak melihat senyumnya itu
Demi apapun, senyum lebar seperti itu jarang dia perlihatkan
Dan dalam sekejap aku menyadari hal itu sangat berharga

Bagiku, harusnya aku benci melihatnya tersenyum seperti itu begitu cepat
Namun hatiku, ikut tersenyum bahagia setelah tak melihatnya begitu lama
Ya benar, diriku memang sangat kacau
Aku bahkan gak bisa bekerja sama dengan diriku sendiri

Mungkin aku terdengar naif atau munafik
Ya sulit sebenarnya 
Namun teruntuk siapapun yang dipilihnya nanti
Aku mohon dengan sangat
Jaga senyumnya itu karna kau telah dipilih untuk menemaninya
Yang dimana aku gak bisa berada disana

Aku masih berharap dengan penuh sadar atas keserakahan ku
Aku ingin jadi yang terakhir untuknya
Menikmati senyumnya yang menenangkan gundahku
Ya, tapi aku harus tau diri

Aku ingin sekali bilang padanya
"Maybe i'm selfish, but swear i want be the last not only the first to you."

Goodnight, my sweet boy.
(or should i call you thieve cause you have stolen my heart?)



Komentar

Postingan Populer