Langsung ke konten utama

Unggulan

Grubi kremes

Di pelataran rumah, tersaji kapas oranye dengan semburat malu malu di mataku. Tangan dan tenggorokan ku rasanya hangat, ku teguk lagi cairan wangi itu. Di sisi lain, aku ditemani sesuatu yang spesial... Si cokelat manis, sedikit keras kepala seperti yang ku tahu. Aku biarkan itu berdansa di mulutku, sama seperti waktu itu. Agak lengket, kali itu hanya aku. Sepertinya sudah cukup, aku menyukainya, tapi gigiku mulai sakit... Mungkin besok aku kembali memakannya lagi?

#02



"Hey, aku rindu"

Demikian lah kata daun yang pasrah dilepas ranting.

"Ayo, lihat dunia bersamaku!"

Sang angin membawa daun terbang mengudara, melihat dunia yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

"Sampai sini saja ya"

Daun jatuh, pertanyaan itu jelas tak butuh jawaban apapun.

"Selamat tinggal"

Daun tak pernah benci angin, tidak sedikitpun.
Bahkan daun mengucapkan "Sampai jumpa lagi" dengan harapan bisa bertemu lagi dengan angin.


Namun angin, ia sibuk berkelana, melupakan daun yang selalu menunggunya.
Daun yang remuk, perlahan terkubur dengan sepi bersama dengan harapnya pada angin.

Komentar

  1. Gw suka yang ini.. Penggunaan kiasan lu sederhana, gampang pahami, tapi ngena😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan jejak, semoga kamu bukan daun yang berkelana bersama angin.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer